Labels

Monday, January 27, 2014

Okokan Tabanan

Okokan adalah instrumen semacam bel berukuran raksasa yang dibuat dari kayu yang dijadikan alat komunikasi oleh kelompok masyarakat di desa-desa terpencil. Instrumen yang sama, namun dengan ukuran yang lebih kecil disebut kroncongan yang biasa dipasang di atas pohon untuk mengusir binatang--binatang perusak tanaman kelapa, sebagai kalung ternak (sapi maupun kerbau).

Atas prakarsa masyarakat Baturiti (kabupaten Tabanan) dan Tegalalang (Kabupaten Gianyar) di mana terdapat cukup banyak instrumen okokan, alat-alat bunyi ini ditata menjadi sebuah barungan yang disebut Okokan atau Grumbungan.
Ada sedikitnya 30 buah okokan dalam barungan ini. Ada sejumlah pemain yang memainkan sebuah okokan secara lepas-lepas dan ada pula setiap dua orang merangkai 2 alat menjadi satu unit yang diusung oleh dua orang. Penabuh yang sekaligus pengusung mengambil posisi dibelakang okokan dan membunyikannya dengan cara mengocoknya. Selain okokan dalam barungan ini juga dimasukkan dua buah kendang, 1 buah kajar dan sejumlah instrumen pukul lainnya. Musik yang ditimbulkan barungan berukuran besar ini sangat ritmis dan bersuasana magis. Sejak permulaan Pekan Kesenian Bali, Okokan selalu ditampilkan dalam acara pawai pembukaan pada pesta budaya tahunan ini.


Okokan di masa lalu adalah sebuah kegiatan mistis untuk mengusir wabah penyakit. Saat senja penduduk berkeliling desa untuk mengusir roh-roh jahat yang menyebarkan wabah penyakit. Mereka membawa semacam kentongan bambu dan dipukullah bertalu-talu yang melahikan bunyi-bunyian.

Di Penebel bukan kentongan bambu yang dibawa, tetapi okokan yang biasa tergantung di leher sapi. Boleh jadi masalah mistis itu sudah hilang atau tidak dilakoni lagi oleh masyarakat, tetapi tontonan seninya telanjur bagus dan kemudian dipelihara sebagai warisan seni.  

isamping pada acara-acara religius Okokan juga dipentaskan saat-saat ada event-event tertentu seperti Pesta Kesenian Bali, Bahkan sering juga dipentaskan di Hotel untuk menghibur para tamu yang ingin menikmati kesenian tradisi.

Dalam pementasan kesenian okokan mengambil cerita Cupak.

Okokan juga dilengkapi alat-alat musik Bali lainnya untuk menambah indah dan uniknya suara Okokan, antara lain gong, kendang, tawa-tawa, dan lain-lainya.


Kesenian Okokan terdiri dari beberapa alat musik tradisi yang diambil dari alat-alat yang dipakai para petani seperti :
  • Okokan yaitu kalong keroncongan sapi
  • Teng – teng yaitu bekas cangkul petani
  • Kulkul yaitu alat yang dipakai untuk menghalau burung atau tetengeran di ladang oleh petani.
    sumber : babadbali.com dan berbagai sumber
 

No comments:

Post a Comment